Tampilkan postingan dengan label Serpihan Kenangan: Pulau Flores. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Serpihan Kenangan: Pulau Flores. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Februari 2016

Narang : Sepenggal Kisah Ramadhan

Baiklah, Ramadhan kali ini -2015- aku lewati jauh dari rumah, jauh dari Ibu Bapak. Bulan puasa tahun ini aku lalui bersama keluarga baru -senyum- di Tanah Flores, tepatnya di Kampung Narang, kota Kecamatan Satarmese Barat, tempat berkumpulnya anak satu Kecamatan SaBar. Sebagai kaum minoritas tak menghalangi kami untuk beribadah di bulan Ramadhan, walaupun suara adzan hanya terdengar dari hp, pengingat waktu sahur dan berbuka juga dari alarm di hp, sholat tarawih berjamaah pun kami lakukan dirumah karena jarak masjid cukup jauh. Namun di tempat perantauan ini, bahagia itu cukup sederhana, sahur, sholat, berbuka puasa, mencari air, mencari bahan makanan, memasak, mencuci, sampai berebut makanan -haha- dan menghabiskan waktu, kami jalani bersama-sama.
 

Rumah Adat Todo, Kampung Todo

Rumah Adat Todo merupakan rumah adat Manggarai yang terletak di Kampung Todo Kecamatan Satarmese Utara Kabupaten Manggarai Flores NTT. Konon rumah adat ini adalah rumah adat tertua di Manggarai. Rumah adat ini hampir sama seperti rumah adat Manggarai pada umumnya, beratapkan ijuk, berbentuk kerucut dengan rangka kayu dan bambu, jika kerucut dibuka maka kerangkanya akan menggambarkan sebuah jaring laba-laba, semacam sawah jaring laba-laba yang terdapat di Kampung Cara Desa Cancar Kecamatan Ruteng.

Rabu, 21 Oktober 2015

Pulau Mules: Pulau Putri Tidur yang Cantik


Pertama mendengar namanya mungkin terasa agak aneh, Pulau Mules, Pulau sakit perut?Hehehe. Bukan, bukan sakit perut. Mules ini berasal dari bahasa Manggarai “Molas” yang artinya cantik, jadi Pulau Mules berarti Pulau Cantik. Pulau ini terletak di sebelah selatan Pulau Flores provinsi Nusa Tenggara Timur, termasuk dalam Kecamatan Satarmese Barat Kabupaten Manggarai. Sesuai namanya pulau ini memang sangat cantik, dan jika dilihat dari dermaga Dintor-dermaga untuk menyebrang ke Pulau Mules- bentuknya mirip putri yang sedang tidur telentang. Sehingga warga setempat menyebutnya sebagai Pulau Putri tidur.