Agustus lagi! Ini bulan
Agustus ke dua yang aku lalui di tanah Flores. Ya! Bulan ketika aku
menginjakkan kaki untuk pertama kalinya di Manggarai, sekaligus bulan ketika
aku harus meninggalkannya. Bulan ketika aku memulai pengabdianku, sekaligus bulan
ketika aku harus mengakhirinya. Bulan dimana aku bertemu dengan keluarga baru,
sekaligus bulan dimana aku harus berpisah dengan mereka. Ah..sudah satu tahun
rupanya! Rumput telah mengering, bukit-bukit kembali gersang, pohon kemiri
telah berbuah, kopi dan cengkeh siap dipanen. Pemandangan ini sama seperti yang
aku lihat satu tahun lalu. Hawa dingin yang aku rasakan pun sama seperti saat
pertama kali aku datang. Satu tahun pengabdian akan selesai. Satu tahun
kebersamaan akan berakhir. Satu tahun tahap kehidupan akan menjadi kenangan.
Apakah aku sudah berbuat baik? Apakah aku sudah bermanfaat?
Tampilkan postingan dengan label Pengabdianku di Tanah Flores. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengabdianku di Tanah Flores. Tampilkan semua postingan
Selasa, 20 Oktober 2015
Jumat, 16 Oktober 2015
Nyanyian Gerhana
8 Oktober 2014. Hampir dua bulan aku berada di tanah Flores. Tapi
rasanya, Ah! Aku masih merasa asing di sini. Jam tanganku menunjukkan pukul 18.32
WITA, belum larut memang tapi malam itu terasa sunyi, dingin, tanpa cahaya
lampu, hanya sinar senter yang memenuhi ruangan seluas 3x3 yang aku tempati. Tidak ada hal yang dapat aku lakukan, kosong,
sepi. Sepertinya aku ingin pulang saja. Ya, pulang ke rumahku, di Jawa. Argh!
Aku harus menyingkirkan keinginan itu.
Akhirnya ku putuskan untuk meninggalkan ruangan itu, meninggalkan kosong,
meninggalkan sepi, keluar. Semua gelap, gerhana! Gerhana bulan di tanah Flores.
Ku langkahkan kaki mencari Mama-pemilik rumah yang aku tempati-, ku dapati Mama
di depan kiosnya yang setengah tertutup ditemani sebatang lilin. Aku memulai
obrolan dengannya, obrolan yang tidak penting, mungkin. Sayup-sayup kudengar
suara kaleng dan jerigen yang dipukul-pukul berselingan dengan suara anak-anak menyanyikan
lagu, lagu yang liriknya tidak begitu jelas. Kupertajam pendengaranku, kurang
lebih lirik ini yang aku dengar, “Ooo..oo…oo..oo..ooo..oo..oo..oooo..Jangan
ragu dan jangan bimbang….kesuksesan ada di tangan…bapak ibu kami semuanya,
mohon doa dan dukungannya…….”
Langganan:
Postingan (Atom)